Category Archives: Materi kuliah

Tender

Tender atau lelang merupakan proses awal dari kegiatan konstruksi. Dimana tender merupakan suatu sistem kompetisi untuk mengadakan atau memilih kontraktor yang akan melaksanakan pekerjaan pembangunan, dan memilih konsultan sebagai owner didalam proyek, dengan mengajukan penawaran tertulis tentang besarnya biaya dan limit waktu yang dibutuhkan ( Keppres no. 80 tahun 2003 ).

Pelelangan terdiri dari pelelangan umum dan pelelangan terbatas. Pelelangan umum adalah metoda pemilihan penyedia barang/jasa lainnya yang dilakukan  secara terbuka dengan pengumuman secara luas melalui media massa dan papan pengumuman resmi untuk penerangan umum sehingga masyarakat luas dunia usaha yang berminat dan memenuhi kualifikasi dapat mengikutinya, sedangkan pelelangan terbatas adalah pelelangan yang dilaksanakan antar rekanan yang telah terdaftar dan mempunyai kualifikasi serta klasifikasi bidang tertentu sesuai dengan tingkat kebutuhan pada pelaksanaan pekerjaan.

Tender dalam suatu kegiatan konstruksi bertujuan agar terciptanya persaingan yang sehat antara peserta tender dalam mengajukan penawaran pekerjaan.

Tahapan Proses Tender

Panitia pengadaan adalah panitia lelang atau panitia pemilihan langsung atau panitia penunjukan langsung yang ditugasi untuk melaksanakan pengadaan barang/jasa oleh kepala kantor/ satuan kerja/ pemimpin proyek/ bagian proyek yang disamakan.

Adapun prosedur pelaksanaan tender ini sebagai berikut :

  1. Pembentukan Panitia Tender
  2. Pengumuman Tender
  3. Undangan Tender
  4. Aanwijzing
  5. Pemasukan Penawaran
  6. Penutupan Kontrak tender
  7. Pembukaan sampul Penawaran
  8. Evaluasi Penawaran
  9. Pembukaan berita acara tender
  10. Penetapan calon pemenang tender
  11. Usulan Penetapan calon pemenang
  12. Pengumuman calon pemenang
  13. sanggahan peserta
  14. Tender yang gagal dan tender yang ulang

Info buat kawan2 QS UBH

Buat yang mau gabung di milis nya alumni, silahkan klik banner yahoo yang ada di kolom sebelah kanan.

Rugi euy klo ga gabung, hhmm disana bisa ketemu ma tmn2 lama.. bisa tukeran info lagi kyk dulu, hhmm males cerita banyak2.. pokoknya gabung ajah, ntar liat sendiri seru nya gmn, okeh?

[waaahhh dirikuh mempromosikan milis ni kak, hayo hayooo mana duit promosinya, hahahaa….bcanda!!]

Met gabung tmn2…

ditunggu semuanya disana..

Bang edo, kak vega, bang wendi, bang eric, kak aifi, bang andre, bang koko, bang pakil, kak yesi, mamak beni, daman, da med, kak vika, kak tika, kak adek, bang akmal, bang willi, bang awenk 03, mbak adek 03, kiki, mami, resta, dia, kincai, ega, andre, wulan, andre, tasnim, ade lepai, rian, ekofobi [pasangan hot], rio ambo..

waaahhh ngos2osan ngabsenin satu2… pokoknya smuanya deh.. maaf klo ga kesebut..

Ditunggu ya..

Para Pelaku Jasa Konstruksi

Para Pelaku Jasa Konstruksi

Penyelenggaraan dan aktifitas jasa konstruksi telah melibatkan berbagai instansi, Badan Usaha, Perorangan maupun masyarakat dengan berbagai jenis usaha dan industri yang membentuk rangkaian keterlibatan bisnis. Baca lebih lanjut

TAKING OFF PAPER

[tulisan ini summary dari catatan kuliah saya, kuliah dengan Bapak Wahyudi Utama Putra, dosen Universitas BungHatta Padang Indonesia dan Assignment Encik Kamaruddin b Mohd Ali-UTM] [maaf buku rujukannya saya lupa]

Apa itu Taking-off List?

Taking Off List adalah list yg berisi tentang rencana2 pekerjaan (perhitungan) yang akan kita buat pada suatu gambar.

Taking off List membantu QS dalam mengatur atau menanda pekerjaan2 yg telah selesai kita hitung, agar tidak ada perhitungan yang tertinggal atau dihitung dua kali. taking off list hendaklah di buat berdasarkan urutan pekerjaan dan disertai dengan unit perhitungannya (misalnya: m, m2, m3, nos, kg)

Bagaimana Taking off List itu digunakan?

Pertama QS harus memahami drawing terlebih dahulu. Kemudian membuat list apa apa saja pekerjaan yang akan kita hitung. Kemudian setiap pekerjaan2 yang telah selesai kita hitung harus di beri tanda check list (biasanya dengan red pen) untuk menandakan bahwa pekerjaan itu telah hitung, sehingga menghindari kelalaian pengukuran atau double pengukuran.

Contoh:

Taking off List

General …………………………………………………… item

Query Sheet …………………………………………….. item

Preambles ……………………………………………….. item

Air Cond Unit Equipment

Condensing Unit ……………………………… no

Fan Coil ………………………………………….. no

Ducting

Supply air ……………………………………….. m

Return air ………………………………………. m

Apa saja yang harus ditampilkan di halaman pertama taking off?

Informasi yang harus ditampilkan dihalaman Terdepan yaitu:

– Taker off, memudahkan untuk mengetahui siapa QS yang telah menghitung taking off tersebut, sehingga mudah ditemui jika ada hal2 yg berkaitan.

– Nama proyek, hal ini memudahkan untuk mengetahui projek mana yg diukur mengelakkan pengukuran yang dibuat untuk suatu projek tertukar dengan projek lain.

– Element, untuk memudahkan orang lain tahu bahagian mana dalam bangunan tersebut yang diukur.

– Drawing No, untuk memudahkan oranglain mengetahui drawing mana yang kita gunakan untuk melakukan pengukuran, sehingga apabila terjadi kesilapan mudah untuk memperbaiki, serta sebagai rujukan untuk menyimak pengukuran yang telah dibuat.

– Tanggal, sebagai informasi kapan pengukuran itu kita buat

Contoh:

Name of Project : Cadangan Pembinaan Taman Tropika, UTM skudai

Element : Air Cond Installation

Drawing Numbers : BIP/0207/T.TROPIKA/AC/001

Taker Off : catatanqs

Date : 7 April 2008

Apa itu Bill Number?

Bill No adalah nomor utama element-element utama dari kerja-kerja ukur binaan

Contoh

element bangunan:

– Pondasi

– Kerja-kerja dibawah aras lantai terbawah

– Struktur banguna (frame)

– Lantai Atas

– Atap

– Tangga

– Dinding luar

– Jendela dan pintu

– Dinding dalam dan dinding partisi

– Pintu dalam

– finishes

– Kelengkapan bangunan

– Kelengkapan kebersihan

-pemasangan plumbing

– Pembuangan sampah

– Sistem Penyaman udara

– Pemasangan Elektrikal

– Pemasangan sistem kebakaran

– Pemasangan Lift dan konveyor

– Pemasangan Perhubungan

– Pemasangan Kelengkapan Khas

Apa gunanya slip No?

Slip no berguna untuk mengelakkan terjadinya ada kertas yang tertinggal ataupun hilang apabila kertas taking off dikumpulkan untuk proses seterusnya dan juga untuk rujukan sewaktu proses pencarian.

7. Apa itu qty? Berikan contoh.

Qty adalah hasil dari pengukuran yang kita telah lakukan dari kerja-kerja pembinaan. Qty selalunya dalam bilangan angka

Apakah yang dimaksud dengan preamble?

Preamble adalah spesifikasi yang menjelaskan mengenai quality dan deskripsi dari material yang digunakan dalam projek, standard of workmanship, serta informasi2 lain yang perlu diberikan seperti testing, catatan2 pengukuran dan sebagaimana.

Apa itu waste atau side cast?

Waste atau side cast adalah sketsa yang kita buat untuk memberikan penjelasan terhadap sesuatu yang sedang kita ukur, agar orang lain yg melihat taking off kita bs mengerti dari mana pengukuran itu kita ambil.

Contoh-contoh Abbreviation

Deduction : Ddt atau Ded

Building : bldg

Square : sq

Number : no

Apa itu Timesing?

Timesing yaitu misalnya item yang kita ukur lebih dari pada satu, ukuran tersebut hendaklah dikalikan. Hal ini hendaklah mengelakkan daripada menulis ukuran yang sama berulang kali.

Contoh

12. Bagaimana NIL digunakan. berikan Contoh

Ukuran yang telah kita ukur pada kertas Taking off jika terjadi kesilapan tidak boleh dihapus menggunakan penghapus ataupun tips ex (liqiud) atau dibetulkan diatas ukuran yang salah tersebut.Pembetulan hendaklah dibuat dengan membuat ukuran yang baru dan ‘menghapus’ ukuran yang lama dengan menuliskan perkataan NIL bertentangan dengan ukuran tersebut. HARUS DENGAN PENA MERAH, AGAR BISA TERLIHAT JELAS

Apa itu treasury tag? Buku apakah yang menerangkan penggunaan tag?

Treasury tag adalah tali hijau yang digunakan untuk mengikat kertas-kertas taking off berdasarkan satu element pekerjaan. Biasanya di ikat disebelah kiri atas kertas taking off.

Buku yang menerangkan penggunaan tag iaitu Kuantiti Kejuruteraan Awam, Ivor H. Seeley terjemahan En Kamaruddin Md Ali, Publisher Unit Penerbitan Akademik UTM, Skudai, 1993

kapan Staple digunakan? Berikan Contoh

Staple digunakan apabila ada kerja-kerja suatu element yang menggunakan beberapa helai kertas taking off. Tetapi tidak boleh dilakukan apabila berlainan elemen.

Contoh:

Suatu pengukuran External walls menggunakan 4 helai kertas taking off, maka ke empat helai kertas ini boleh di staple, tetapi untuk element selanjutnya samada Internal wall finishes tidak boleh di staple dengan External walls kerana berbeda element.