<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Tentang Blog Ini</title>
	<atom:link href="http://catatanqs.wordpress.com/about/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://catatanqs.wordpress.com</link>
	<description>Berbagi tulisan...Berbagi ilmu..Berbagi Pengalaman..</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 Dec 2009 16:35:04 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: •÷^v´¯)_(¯`·._ þ®êm@ñ_.·´¯)_(¯`v^÷•</title>
		<link>http://catatanqs.wordpress.com/about/#comment-666</link>
		<dc:creator>•÷^v´¯)_(¯`·._ þ®êm@ñ_.·´¯)_(¯`v^÷•</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2009 01:25:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-666</guid>
		<description>posting di blog ko mas,,tu maksudnyo mas,,caronyo tanyo se ka admin blog ko,,,wak ndak lo ngarati yang mode iko2 lo do,,ha,,,ha,,ha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>posting di blog ko mas,,tu maksudnyo mas,,caronyo tanyo se ka admin blog ko,,,wak ndak lo ngarati yang mode iko2 lo do,,ha,,,ha,,ha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ganda</title>
		<link>http://catatanqs.wordpress.com/about/#comment-662</link>
		<dc:creator>ganda</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2009 19:36:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-662</guid>
		<description>tunjuak an wak ciek man ke gandaqsubh@yahoo.com , makasi man.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tunjuak an wak ciek man ke <a href="mailto:gandaqsubh@yahoo.com">gandaqsubh@yahoo.com</a> , makasi man&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ganda</title>
		<link>http://catatanqs.wordpress.com/about/#comment-661</link>
		<dc:creator>ganda</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2009 19:27:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-661</guid>
		<description>@preman: dak  tau wak caro &quot;posting&quot; yang preman kecekan tu doh....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@preman: dak  tau wak caro &#8220;posting&#8221; yang preman kecekan tu doh&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: •÷^v´¯)_(¯`·._ þ®êm@ñ_.·´¯)_(¯`v^÷•</title>
		<link>http://catatanqs.wordpress.com/about/#comment-658</link>
		<dc:creator>•÷^v´¯)_(¯`·._ þ®êm@ñ_.·´¯)_(¯`v^÷•</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2009 12:35:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-658</guid>
		<description>panjang bana ma mas,,,,manga ndak di posting se</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>panjang bana ma mas,,,,manga ndak di posting se</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ganda saputra</title>
		<link>http://catatanqs.wordpress.com/about/#comment-654</link>
		<dc:creator>ganda saputra</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Apr 2009 16:02:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-654</guid>
		<description>Buat sahabatku.....

Kita membutuhkan ruang untuk menampung keberadaan kita di dalam kehidupan ini. Ada yang membutuhkan sedikit, ada yang menginginkan banyak, dan ada yang tidak menyadari bahwa dia telah menduduki ruang yang seharusnya membahagiakannya.

Sebetulnya kita hanya membutuhkan ruang selebar kedua telapak kaki kita di ruang mana pun, tetapi untuk memasuki ruang baru yang belum kita kenal – kita sering menuntut agar disiapkan bagi kita sebuah ruangan yang lebih luas.

Sebetulnya tidak ada kekuatan di luar diri ini yang bisa menghalangi keputusan hati kita untuk pindah dan memasuki ruang baru yang lebih baik; tetapi … walaupun penting dan harus – kita masih saja berkutat dalam keraguan, seolah untuk itu kita membutuhkan tenaga yang sebanding dengan kekuatan untuk memindahkan gunung.

Sebetulnya setiap ruangan memiliki setidaknya satu pintu masuk, yang belum tentu terkunci, dan bila terkunci pun – akan selalu ada cara untuk membukanya.

Tetapi, sebuah ruangan yang tidak berpintu pun, dan yang terbuka lebar, akan tampil sama tak tertembusnya dengan dinding bukit granit - bagi hati yang menggunakan formula pikir dan peta rasa yang usang, yang selama ini membuatnya merasa lebih tua dari kebanyakan orang muda yang lebih sejahtera daripada-nya.

Untuk sahabat kita yang terlalu berhitung itu, tanyakanlah ini kepadanya:

Bila engkau sering menari dalam teater imajinasi kreatif mu, dengan kebanggaan yang tetap kau jaga tidak angkuh,

membayangkan bagaimana kau ajarkan cara-cara yang lebih baik kepada orang lain, menguraikan kelemahan pada pendapat orang lain, merincikan kekurangan yang harus diperbaiki oleh para pemimpin besar –

bila engkau mampu untuk itu semua,

mengapakah tidak kau gunakan kekuatan mu itu untuk memulai sebuah perubahan kecil yang akan mengantarkan mu ke ruangan yang lebih ramah bagi keinginan-keinginan dari hati bebas mu?

Dan ini yang aku ingatkan kepada mu; bahwa …

Bukan kurangnya pengetahuan yang menghalangi keberhasilan, tetapi tidak cukupnya tindakan.

dan

Bukan kurang cerdasnya pemikiran yang melambatkan perubahan hidup ini, tetapi kurangnya penggunaan dari pikiran dan kecerdasan.

Maka, … apakah langkah kecil mu yang berani, yang akan membangun keberadaan hidup mu – menjadi sejarah yang membanggakan bagi keturunan mu?

Kapan kah kau akan memulainya?

Apakah engkau masih akan tetap menggunakan formula pikir dan peta rasa yang telah selama ini membuatmu sulit merasa percaya diri di hadapan mereka yang lebih lemah tetapi yang lebih berani daripada mu?


Seharusnya kekuatanmu berpihak kepada tindakan-tindakan berani yang memuliakanmu.

Bila penggunaan pikiran dan rasa mu itu menyita waktu, berlarut-larut, dan menjadikan mu penunda yang menua – maka bukan kecerdasan yang berbicara dan menguasai diri mu, tetapi ketakutan.

Di dalam kecanggihan pikiran dan kepekaan rasa mu, engkau menukar kekuatan dengan ketakutan.

Untuk hal seperti ini, engkau tidak akan tahu – bila engkau tidak diberi tahu.

Lalu,

Kenikmatan apa lagi kah yang masih kau pertahankan dari rasa takut mu, yang bisa membuatmu mengabaikan pengetahuan yang baik bagi mu?


Maka berkasih-sayanglah engkau kepada dirimu itu.

Dia, diri mu itu - mungkin banyak berteman, tetapi dia sebetulnya sendiri. Dia mungkin ramai melantunkan canda dan tawa untuk orang lain, tetapi dia sebetulnya kesepian dan tersiksa dengan kesadarannya sendiri tentang kelambatan hidupnya sendiri.

Duduk dan berbincanglah dengannya. Yang ramah, yang pengasih, dan pastikanlah engkau sabar mendengarkan bicaranya yang mungkin tidak menentu maksudnya.

Mungkin dia akan memulai menjelaskan kepadamu bahwa keberhasilan itu tidak perlu. Mungkin dia akan berkata, hidup sederhana itu lebih baik, tidak repot dan tidak mencari masalah. Untuk apa kaya kalau tidak bahagia?, itu mungkin dalilnya.

Janganlah kau ingatkan dia, tunda dulu, jangan kau ingatkan kepadanya bahwa ada juga orang yang kaya dan berbahagia. Jangan kau tanyakan kepadanya, bagaimana orang yang kekurangan dapat merasa sama lengkapnya dengan mereka yang lebih lengkap?

Dan sama sekali, tunda dulu nasehat mu bahwa,

Hidup itu harus hebat, kuat, luas, besar, dan bermanfaat; … yang sederhana itu adalah sikap-nya.

Bila kau biarkan dirimu itu menjelaskan mengapa dia belum berupaya sekeras dan sebaik yang mungkin dilakukannya, dia akan akhirnya sampai pada patahan-patahan kalimat bahwa dia sangat berperan dalam pencapaian kualitas apa pun yang sekarang sedang dikeluhkannya.

Keberanian.

Bila ada pelajaran yang harus segera kau perbarui pengertiannya kepada sahabat terdekat yang namanya diri mu itu, maka pelajaran itu adalah tentang keberanian – sebuah nama bagi kesediaan untuk bertindak yang didasari oleh pengertian yang baik.

.......</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Buat sahabatku&#8230;..</p>
<p>Kita membutuhkan ruang untuk menampung keberadaan kita di dalam kehidupan ini. Ada yang membutuhkan sedikit, ada yang menginginkan banyak, dan ada yang tidak menyadari bahwa dia telah menduduki ruang yang seharusnya membahagiakannya.</p>
<p>Sebetulnya kita hanya membutuhkan ruang selebar kedua telapak kaki kita di ruang mana pun, tetapi untuk memasuki ruang baru yang belum kita kenal – kita sering menuntut agar disiapkan bagi kita sebuah ruangan yang lebih luas.</p>
<p>Sebetulnya tidak ada kekuatan di luar diri ini yang bisa menghalangi keputusan hati kita untuk pindah dan memasuki ruang baru yang lebih baik; tetapi … walaupun penting dan harus – kita masih saja berkutat dalam keraguan, seolah untuk itu kita membutuhkan tenaga yang sebanding dengan kekuatan untuk memindahkan gunung.</p>
<p>Sebetulnya setiap ruangan memiliki setidaknya satu pintu masuk, yang belum tentu terkunci, dan bila terkunci pun – akan selalu ada cara untuk membukanya.</p>
<p>Tetapi, sebuah ruangan yang tidak berpintu pun, dan yang terbuka lebar, akan tampil sama tak tertembusnya dengan dinding bukit granit &#8211; bagi hati yang menggunakan formula pikir dan peta rasa yang usang, yang selama ini membuatnya merasa lebih tua dari kebanyakan orang muda yang lebih sejahtera daripada-nya.</p>
<p>Untuk sahabat kita yang terlalu berhitung itu, tanyakanlah ini kepadanya:</p>
<p>Bila engkau sering menari dalam teater imajinasi kreatif mu, dengan kebanggaan yang tetap kau jaga tidak angkuh,</p>
<p>membayangkan bagaimana kau ajarkan cara-cara yang lebih baik kepada orang lain, menguraikan kelemahan pada pendapat orang lain, merincikan kekurangan yang harus diperbaiki oleh para pemimpin besar –</p>
<p>bila engkau mampu untuk itu semua,</p>
<p>mengapakah tidak kau gunakan kekuatan mu itu untuk memulai sebuah perubahan kecil yang akan mengantarkan mu ke ruangan yang lebih ramah bagi keinginan-keinginan dari hati bebas mu?</p>
<p>Dan ini yang aku ingatkan kepada mu; bahwa …</p>
<p>Bukan kurangnya pengetahuan yang menghalangi keberhasilan, tetapi tidak cukupnya tindakan.</p>
<p>dan</p>
<p>Bukan kurang cerdasnya pemikiran yang melambatkan perubahan hidup ini, tetapi kurangnya penggunaan dari pikiran dan kecerdasan.</p>
<p>Maka, … apakah langkah kecil mu yang berani, yang akan membangun keberadaan hidup mu – menjadi sejarah yang membanggakan bagi keturunan mu?</p>
<p>Kapan kah kau akan memulainya?</p>
<p>Apakah engkau masih akan tetap menggunakan formula pikir dan peta rasa yang telah selama ini membuatmu sulit merasa percaya diri di hadapan mereka yang lebih lemah tetapi yang lebih berani daripada mu?</p>
<p>Seharusnya kekuatanmu berpihak kepada tindakan-tindakan berani yang memuliakanmu.</p>
<p>Bila penggunaan pikiran dan rasa mu itu menyita waktu, berlarut-larut, dan menjadikan mu penunda yang menua – maka bukan kecerdasan yang berbicara dan menguasai diri mu, tetapi ketakutan.</p>
<p>Di dalam kecanggihan pikiran dan kepekaan rasa mu, engkau menukar kekuatan dengan ketakutan.</p>
<p>Untuk hal seperti ini, engkau tidak akan tahu – bila engkau tidak diberi tahu.</p>
<p>Lalu,</p>
<p>Kenikmatan apa lagi kah yang masih kau pertahankan dari rasa takut mu, yang bisa membuatmu mengabaikan pengetahuan yang baik bagi mu?</p>
<p>Maka berkasih-sayanglah engkau kepada dirimu itu.</p>
<p>Dia, diri mu itu &#8211; mungkin banyak berteman, tetapi dia sebetulnya sendiri. Dia mungkin ramai melantunkan canda dan tawa untuk orang lain, tetapi dia sebetulnya kesepian dan tersiksa dengan kesadarannya sendiri tentang kelambatan hidupnya sendiri.</p>
<p>Duduk dan berbincanglah dengannya. Yang ramah, yang pengasih, dan pastikanlah engkau sabar mendengarkan bicaranya yang mungkin tidak menentu maksudnya.</p>
<p>Mungkin dia akan memulai menjelaskan kepadamu bahwa keberhasilan itu tidak perlu. Mungkin dia akan berkata, hidup sederhana itu lebih baik, tidak repot dan tidak mencari masalah. Untuk apa kaya kalau tidak bahagia?, itu mungkin dalilnya.</p>
<p>Janganlah kau ingatkan dia, tunda dulu, jangan kau ingatkan kepadanya bahwa ada juga orang yang kaya dan berbahagia. Jangan kau tanyakan kepadanya, bagaimana orang yang kekurangan dapat merasa sama lengkapnya dengan mereka yang lebih lengkap?</p>
<p>Dan sama sekali, tunda dulu nasehat mu bahwa,</p>
<p>Hidup itu harus hebat, kuat, luas, besar, dan bermanfaat; … yang sederhana itu adalah sikap-nya.</p>
<p>Bila kau biarkan dirimu itu menjelaskan mengapa dia belum berupaya sekeras dan sebaik yang mungkin dilakukannya, dia akan akhirnya sampai pada patahan-patahan kalimat bahwa dia sangat berperan dalam pencapaian kualitas apa pun yang sekarang sedang dikeluhkannya.</p>
<p>Keberanian.</p>
<p>Bila ada pelajaran yang harus segera kau perbarui pengertiannya kepada sahabat terdekat yang namanya diri mu itu, maka pelajaran itu adalah tentang keberanian – sebuah nama bagi kesediaan untuk bertindak yang didasari oleh pengertian yang baik.</p>
<p>&#8230;&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ganda saputra</title>
		<link>http://catatanqs.wordpress.com/about/#comment-653</link>
		<dc:creator>ganda saputra</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Apr 2009 15:51:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-653</guid>
		<description>Ketahuilah bahwa aku sering lebih mempercayai kualitas-kualitas yang ada pada diri mu, daripada engkau sendiri dalam mempercayai yang seharusnya engkau percayai itu.

Mungkin karena aku tidak sepenuhnya hidup dalam hidupmu, aku hanya mencatat yang kau katakan saat engkau melambung ke langit dalam kebanggaan dari rencana-rencanamu, dan tidak turut merasa tak berdaya dalam malam-malam mu yang tanpa tidur – saat engkau menjadi tuan rumah bagi semua keraguan hati mu.

Engkau dilahirkan dengan semua kemungkinan yang sama untuk menjadi pribadi yang sejahtera, berbahagia, dan cemerlang.

Engkau dibesarkan dengan tujuan untuk menjadi lebih kuat sebagai pelaksana dari semua tindakan yang dibutuhkan untuk menjadikan dirimu pribadi yang mandiri.

Engkau diberikan ketergesaan sebagai nama dari gerakan utama dari hatimu.

Engkau dilahirkan di antara banyak orang yang menasehatkan dan meneladankan yang baik, dan yang membuktikan kebaikan dari kebaikan.

Di antara mereka, ada juga yang mencontohkan ketidak-setiaan kepada yang baik, agar engkau melihat ketidak-baikan yang menyiksa, dan agar engkau percaya bahwa tempat mu hanya ada di dalam kebaikan.


Tetapi, sahabat hatiku,

Camkanlah ini, bahwa:

Semua kehebatan mu dalam bermimpi, kelengkapan mu dalam berencana, dan kelantangan mu dalam berjanji; tidak lebih kuat daripada kecenderungan mu untuk menunda.

Ingat-ingatlah lagi.

Bukankah telah banyak malam-malam yang bermata lebar terjaga dalam impian-impian sadar mengenai hal-hal besar yang ingin kau capai?

Bukankah telah sering engkau berbaring gelisah menanti pagi yang tak kunjung merebak, karena engkau tak sabar untuk segera melakukan yang kau yakini malam itu sebagai jalan keluar dari kesulitan mu dan jalan masuk ke kehidupan impian mu?

Tetapi,

Untuk kemudian kau buktikan bahwa ketergesaan mu untuk bertindak – tertahan oleh perasaan kecil yang merayu, yang berkata dalam hatimu bahwa nanti adalah saat yang tepat untuk melakukannya, dan bahwa sekarang bukanlah waktunya.

Lawan dari ketergesaan untuk berhasil bukanlah kelambanan.
Lawan dari ketergesaan untuk berhasil adalah ketergesaan untuk menunda yang memberhasilkan.


Sahabatku yang hatinya baik,

Sadarilah bahwa sebenarnya Tuhan hanya menyertakan kekuatan bersama kelahiran mu. Engkau sama sekali tidak dibekali kelemahan.

Lunak tulang-belulang mu saat kelahiran mu adalah kekuatan yang mengharuskan kehati-hatian pada perilaku orang-tua mu.

Kecil tubuh mu adalah kekuatan yang mengharuskan perlindungan dari orang-orang yang lebih besar.

Lucunya rancangan wajah dan anggota tubuh mu adalah kekuatan yang mewabahkan perasaan gemas untuk menjadikan mu harta keluarga.

Bisu dan gagu dari lidah mu sebagai bayi adalah kekuatan yang mengharuskan semua yang dewasa untuk berbicara dan bertingkah dengan semua cara yang belum mereka coba – agar engkau mengerti atau setidaknya sedikit tersenyum.


Sahabat jiwa ku,

Sebetulnya engkau dilahirkan sangat hebat.

Dan aku tak bisa membayangkan kekuatan yang bisa kau kembangkan, kebesaran yang bisa kau bangun, dan ketinggian yang bisa kau capai – jika engkau betul-betul menyegerakan penggunaan dari semua kekuatan diri mu.

Tetapi apa yang kemudian terjadi pada perhitungan mu, sama sekali sulit aku mengerti.

Engkau menggunakan ketidak-sabaran mu, sebagai kekuatan untuk tidak bersabar terhadap yang baik.

Engkau menggunakan kekuatan untuk bersabar, sebagai kekuatan untuk pasrah dan menerima yang tidak membesarkan mu.

Engkau menggunakan ketergesaan mu, sebagai kekuatan untuk memasukkan mu ke dalam masalah.

Dan yang lebih sering,

Engkau menggunakan ketergesaan mu, sebagai kekuatan untuk menyegerakan penundaan dan mendahulukan yang tidak bernilai.


Sahabat ku yang sedang dinantikan oleh kehidupan,

Janganlah engkau membantah yang ini, bahwa

Nilai dari yang kau lakukan, menentukan nilai dari yang kau capai.

Maka pertanyaan ku kepada mu, adalah

Apakah yang sedang kau lakukan itu bernilai?

Jika tidak, mengapakah engkau masih bertahan dalam melakukannya?

Apakah yang kau segerakan adalah yang akan menyegerakan kebahagiaan mu?

Jika tidak, mengapakah engkau mengeluhkan kelambatan hidup mu?

Apakah yang kau pertahankan saat ini adalah kesejahteraan yang harus kau pelihara?

Jika engkau tidak sejahtera, mengapakah engkau mempertahankan tempat dan cara-cara yang tidak menyejahterakan mu?

Apakah pendapat yang kau bela mati-matian itu adalah mesin penghasil kehebatan hidup mu?

Jika engkau harus berbicara tinggi untuk menutupi kerendahan kebanggaan mu terhadap dirimu sendiri, mengapakah engkau mempertahankan pendapat yang tidak menghebatkan mu?


Sekarang,
Janganlah engkau menjauh dari ku.
Ke sinilah engkau.
Dekat-dekatlah sini.

Janganlah kau patuhi kebiasaan mu yang selama ini menjauhkan mu dari nasehat-nasehat baik.

Jika engkau merasa gelisah karena mendengar yang baik, engkau harus mengakui bahwa yang tidak baik telah lebih kuat menjadi tuan rumah di hati baik mu.


Sahabat ku yang aku kasihi,

Ketahuilah bahwa engkau adalah kekasih Tuhan.
Tuhan sangat mencintai mu.

Bukankah sebetulnya hati mu mengetahui hal ini?

Tetapi mungkin kesulitan dalam hidup mu telah mendorong mu untuk mempertanyakan kasih sayang Tuhan.
Meskipun sebetulnya engkau tahu, bahwa engkau adalah pemeran utama dalam penyulitan hidup mu sendiri.

Engkau memperhatikan-Nya atau tidak, Beliau tetap memperhatikan mu.
Engkau meminta atau tidak, Beliau tetap memberi mu.

Tetapi ini yang harus kau ingat, bahwa

Jika engkau ingin Tuhan melebihkan perhatian-Nya kepada mu, lebihkanlah perhatian mu kepada-Nya.

Jika engkau ingin Tuhan melebihkan pemberian-Nya kepada mu, lebihkanlah alasan bagi kelebihan penerimaan mu.

Dan,

Jika engkau ingin Tuhan melayani mu, layanilah sesama mu.


Engkau yang hatinya baik,

Jadikanlah ini pegangan mu,
karena sesama adalah semua ciptaan Tuhan, maka:

Melayani sesama adalah satu-satunya cara melayani Tuhan.

Maka sebelum aku meninggalkan mu untuk menyegerakan semua kecintaan ku,
agar engkau menyegerakan kebaikan yang telah merindukan keceriaan mu,
ini yang aku pesankan kepada mu untuk kau lakukan hari ini:

Bersegeralah untuk memperbarui perasaan mu dengan kegembiraan.

Bersegeralah untuk mentenagai gerakan mu dengan kecepatan yang terukur.

Bersegeralah untuk merupawankan wajah mu dengan senyum.

Bersegeralah untuk memperindah tutur kata mu dengan keramahan.

Bersegeralah untuk menganggunkan perilaku mu dengan kesantunan.

Dan,

Bersegeralah untuk mengutuhkan semua yang kau lakukan dengan doa.

Lalu,
dalam damai hati mu,
perhatikan apa yang terjadi ...

Sesungguhnya yang segera menjadi kualitas hidup mu, adalah yang kau segerakan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ketahuilah bahwa aku sering lebih mempercayai kualitas-kualitas yang ada pada diri mu, daripada engkau sendiri dalam mempercayai yang seharusnya engkau percayai itu.</p>
<p>Mungkin karena aku tidak sepenuhnya hidup dalam hidupmu, aku hanya mencatat yang kau katakan saat engkau melambung ke langit dalam kebanggaan dari rencana-rencanamu, dan tidak turut merasa tak berdaya dalam malam-malam mu yang tanpa tidur – saat engkau menjadi tuan rumah bagi semua keraguan hati mu.</p>
<p>Engkau dilahirkan dengan semua kemungkinan yang sama untuk menjadi pribadi yang sejahtera, berbahagia, dan cemerlang.</p>
<p>Engkau dibesarkan dengan tujuan untuk menjadi lebih kuat sebagai pelaksana dari semua tindakan yang dibutuhkan untuk menjadikan dirimu pribadi yang mandiri.</p>
<p>Engkau diberikan ketergesaan sebagai nama dari gerakan utama dari hatimu.</p>
<p>Engkau dilahirkan di antara banyak orang yang menasehatkan dan meneladankan yang baik, dan yang membuktikan kebaikan dari kebaikan.</p>
<p>Di antara mereka, ada juga yang mencontohkan ketidak-setiaan kepada yang baik, agar engkau melihat ketidak-baikan yang menyiksa, dan agar engkau percaya bahwa tempat mu hanya ada di dalam kebaikan.</p>
<p>Tetapi, sahabat hatiku,</p>
<p>Camkanlah ini, bahwa:</p>
<p>Semua kehebatan mu dalam bermimpi, kelengkapan mu dalam berencana, dan kelantangan mu dalam berjanji; tidak lebih kuat daripada kecenderungan mu untuk menunda.</p>
<p>Ingat-ingatlah lagi.</p>
<p>Bukankah telah banyak malam-malam yang bermata lebar terjaga dalam impian-impian sadar mengenai hal-hal besar yang ingin kau capai?</p>
<p>Bukankah telah sering engkau berbaring gelisah menanti pagi yang tak kunjung merebak, karena engkau tak sabar untuk segera melakukan yang kau yakini malam itu sebagai jalan keluar dari kesulitan mu dan jalan masuk ke kehidupan impian mu?</p>
<p>Tetapi,</p>
<p>Untuk kemudian kau buktikan bahwa ketergesaan mu untuk bertindak – tertahan oleh perasaan kecil yang merayu, yang berkata dalam hatimu bahwa nanti adalah saat yang tepat untuk melakukannya, dan bahwa sekarang bukanlah waktunya.</p>
<p>Lawan dari ketergesaan untuk berhasil bukanlah kelambanan.<br />
Lawan dari ketergesaan untuk berhasil adalah ketergesaan untuk menunda yang memberhasilkan.</p>
<p>Sahabatku yang hatinya baik,</p>
<p>Sadarilah bahwa sebenarnya Tuhan hanya menyertakan kekuatan bersama kelahiran mu. Engkau sama sekali tidak dibekali kelemahan.</p>
<p>Lunak tulang-belulang mu saat kelahiran mu adalah kekuatan yang mengharuskan kehati-hatian pada perilaku orang-tua mu.</p>
<p>Kecil tubuh mu adalah kekuatan yang mengharuskan perlindungan dari orang-orang yang lebih besar.</p>
<p>Lucunya rancangan wajah dan anggota tubuh mu adalah kekuatan yang mewabahkan perasaan gemas untuk menjadikan mu harta keluarga.</p>
<p>Bisu dan gagu dari lidah mu sebagai bayi adalah kekuatan yang mengharuskan semua yang dewasa untuk berbicara dan bertingkah dengan semua cara yang belum mereka coba – agar engkau mengerti atau setidaknya sedikit tersenyum.</p>
<p>Sahabat jiwa ku,</p>
<p>Sebetulnya engkau dilahirkan sangat hebat.</p>
<p>Dan aku tak bisa membayangkan kekuatan yang bisa kau kembangkan, kebesaran yang bisa kau bangun, dan ketinggian yang bisa kau capai – jika engkau betul-betul menyegerakan penggunaan dari semua kekuatan diri mu.</p>
<p>Tetapi apa yang kemudian terjadi pada perhitungan mu, sama sekali sulit aku mengerti.</p>
<p>Engkau menggunakan ketidak-sabaran mu, sebagai kekuatan untuk tidak bersabar terhadap yang baik.</p>
<p>Engkau menggunakan kekuatan untuk bersabar, sebagai kekuatan untuk pasrah dan menerima yang tidak membesarkan mu.</p>
<p>Engkau menggunakan ketergesaan mu, sebagai kekuatan untuk memasukkan mu ke dalam masalah.</p>
<p>Dan yang lebih sering,</p>
<p>Engkau menggunakan ketergesaan mu, sebagai kekuatan untuk menyegerakan penundaan dan mendahulukan yang tidak bernilai.</p>
<p>Sahabat ku yang sedang dinantikan oleh kehidupan,</p>
<p>Janganlah engkau membantah yang ini, bahwa</p>
<p>Nilai dari yang kau lakukan, menentukan nilai dari yang kau capai.</p>
<p>Maka pertanyaan ku kepada mu, adalah</p>
<p>Apakah yang sedang kau lakukan itu bernilai?</p>
<p>Jika tidak, mengapakah engkau masih bertahan dalam melakukannya?</p>
<p>Apakah yang kau segerakan adalah yang akan menyegerakan kebahagiaan mu?</p>
<p>Jika tidak, mengapakah engkau mengeluhkan kelambatan hidup mu?</p>
<p>Apakah yang kau pertahankan saat ini adalah kesejahteraan yang harus kau pelihara?</p>
<p>Jika engkau tidak sejahtera, mengapakah engkau mempertahankan tempat dan cara-cara yang tidak menyejahterakan mu?</p>
<p>Apakah pendapat yang kau bela mati-matian itu adalah mesin penghasil kehebatan hidup mu?</p>
<p>Jika engkau harus berbicara tinggi untuk menutupi kerendahan kebanggaan mu terhadap dirimu sendiri, mengapakah engkau mempertahankan pendapat yang tidak menghebatkan mu?</p>
<p>Sekarang,<br />
Janganlah engkau menjauh dari ku.<br />
Ke sinilah engkau.<br />
Dekat-dekatlah sini.</p>
<p>Janganlah kau patuhi kebiasaan mu yang selama ini menjauhkan mu dari nasehat-nasehat baik.</p>
<p>Jika engkau merasa gelisah karena mendengar yang baik, engkau harus mengakui bahwa yang tidak baik telah lebih kuat menjadi tuan rumah di hati baik mu.</p>
<p>Sahabat ku yang aku kasihi,</p>
<p>Ketahuilah bahwa engkau adalah kekasih Tuhan.<br />
Tuhan sangat mencintai mu.</p>
<p>Bukankah sebetulnya hati mu mengetahui hal ini?</p>
<p>Tetapi mungkin kesulitan dalam hidup mu telah mendorong mu untuk mempertanyakan kasih sayang Tuhan.<br />
Meskipun sebetulnya engkau tahu, bahwa engkau adalah pemeran utama dalam penyulitan hidup mu sendiri.</p>
<p>Engkau memperhatikan-Nya atau tidak, Beliau tetap memperhatikan mu.<br />
Engkau meminta atau tidak, Beliau tetap memberi mu.</p>
<p>Tetapi ini yang harus kau ingat, bahwa</p>
<p>Jika engkau ingin Tuhan melebihkan perhatian-Nya kepada mu, lebihkanlah perhatian mu kepada-Nya.</p>
<p>Jika engkau ingin Tuhan melebihkan pemberian-Nya kepada mu, lebihkanlah alasan bagi kelebihan penerimaan mu.</p>
<p>Dan,</p>
<p>Jika engkau ingin Tuhan melayani mu, layanilah sesama mu.</p>
<p>Engkau yang hatinya baik,</p>
<p>Jadikanlah ini pegangan mu,<br />
karena sesama adalah semua ciptaan Tuhan, maka:</p>
<p>Melayani sesama adalah satu-satunya cara melayani Tuhan.</p>
<p>Maka sebelum aku meninggalkan mu untuk menyegerakan semua kecintaan ku,<br />
agar engkau menyegerakan kebaikan yang telah merindukan keceriaan mu,<br />
ini yang aku pesankan kepada mu untuk kau lakukan hari ini:</p>
<p>Bersegeralah untuk memperbarui perasaan mu dengan kegembiraan.</p>
<p>Bersegeralah untuk mentenagai gerakan mu dengan kecepatan yang terukur.</p>
<p>Bersegeralah untuk merupawankan wajah mu dengan senyum.</p>
<p>Bersegeralah untuk memperindah tutur kata mu dengan keramahan.</p>
<p>Bersegeralah untuk menganggunkan perilaku mu dengan kesantunan.</p>
<p>Dan,</p>
<p>Bersegeralah untuk mengutuhkan semua yang kau lakukan dengan doa.</p>
<p>Lalu,<br />
dalam damai hati mu,<br />
perhatikan apa yang terjadi &#8230;</p>
<p>Sesungguhnya yang segera menjadi kualitas hidup mu, adalah yang kau segerakan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: •÷^v´¯)_(¯`·._ þ®êm@ñ_.·´¯)_(¯`v^÷•</title>
		<link>http://catatanqs.wordpress.com/about/#comment-628</link>
		<dc:creator>•÷^v´¯)_(¯`·._ þ®êm@ñ_.·´¯)_(¯`v^÷•</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Feb 2009 15:56:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-628</guid>
		<description>numpang galak se lah,,,ha,,ha,,,ha,,ha,,ha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>numpang galak se lah,,,ha,,ha,,,ha,,ha,,ha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: aaaaaaaaaaaaaaa</title>
		<link>http://catatanqs.wordpress.com/about/#comment-625</link>
		<dc:creator>aaaaaaaaaaaaaaa</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Feb 2009 12:59:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-625</guid>
		<description>sory mas gan..yang ba tea-tea tu ndak wak do.. ado yang pkai inisial wak.. mas bs psti bdakan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sory mas gan..yang ba tea-tea tu ndak wak do.. ado yang pkai inisial wak.. mas bs psti bdakan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ganda</title>
		<link>http://catatanqs.wordpress.com/about/#comment-623</link>
		<dc:creator>ganda</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Feb 2009 15:36:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-623</guid>
		<description>lah ma,,, jan batea2 juo wak di blog ko, sagan wak samo yg lain, agiah juo lah saran yang bermanfaat supayo bisa pulo diambiak hikmahnyo samo yg paralu.. wak bukan maajaan, tapi ko sakedar saran se nyo, t4 batea yg lain kan banyak kok kanio batea2 jo, sakali lai iko saran wak se nyo, kok namuah alhamdulillah, kok indak ... yo ndak dapek di awak tu doh...kok ka kareh jo hati.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>lah ma,,, jan batea2 juo wak di blog ko, sagan wak samo yg lain, agiah juo lah saran yang bermanfaat supayo bisa pulo diambiak hikmahnyo samo yg paralu.. wak bukan maajaan, tapi ko sakedar saran se nyo, t4 batea yg lain kan banyak kok kanio batea2 jo, sakali lai iko saran wak se nyo, kok namuah alhamdulillah, kok indak &#8230; yo ndak dapek di awak tu doh&#8230;kok ka kareh jo hati.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: aaaaaaaaaaaa</title>
		<link>http://catatanqs.wordpress.com/about/#comment-622</link>
		<dc:creator>aaaaaaaaaaaa</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Feb 2009 04:52:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-622</guid>
		<description>jan picayo mas....namo wak dibajak nyo samo yang diateh mas...

sabana nyo awak si anu nyo mas....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jan picayo mas&#8230;.namo wak dibajak nyo samo yang diateh mas&#8230;</p>
<p>sabana nyo awak si anu nyo mas&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
