Catatan QS Universitas Bunghatta-ku

Puisi Usang

September 5, 2008 · & Komentar

[puisi ini ditulis oleh seseorang.. namun sungguh menyesal baru sempat ku baca setelah 3 thn kepergiannya, karna aku tak pernah tau puisi ini disisipkan dalam sebuah novel yang terlupakan, andai saja..ku baca 3thn lalu.. mungkin masih sempat ku dapatkan sedikit jawaban untuk smua pertanyaanku. Namun Dia berkehendak lain..]

Seringkali aku menyanyi tanpa suara..

Tanpa lirik bahkan tanpa musik…

Hanya kuisyaratkan dengan mata

Hanya kulagukan lewat hati yang ku tau pasti kamu mengerti

Terdengarkah oleh mu nyanyianku?

Nyanyian tentang hati yang rindu

Rindu akan bidadari syurgaku

Syurga untuk keabadian hatiku

Tak sepenuhnya aku mengerti bait puisi ini, karna aku memang bukan seorang pujangga yang mengerti isyarat lewat kata.. Lagu yang tak berlirik serta tanpa musik, lagu seperti apa teman?? Di nyanyikan lewat hati, lantas bagaimana aku bisa memahami makna nya, jika berdesispun tidak ditelingaku?

Sungguh.. Kau pandai memetakan kata, sampai ada ribuan pertanyaan yang tak terjawab hingga kini. Lantas pada siapa harus ku minta jawab atas pertanyaanku? Jika sekarang tubuhmu tlah membeku, lidahmu telah kelu, lalu pada siapa ku tuntut jawaban untuk lapangkan hati??

Ku lempar Tanya padamu teman, adakah bisa Kau mengerti tentang isyarat yang tak kupahami..? tentang bait yang menjadi asa ku, tentang perasaan yang tak pernah sampai di ucap. Adakah makna yang dia maksudkan sama seperti jawaban yang ingin ku dengar???

Teman, bantu aku…

__________<><><><<>>__________

Kategori: Uncategorized

9 tanggapan so far ↓

  • bunda okky // September 6, 2008 pada 7:33 AM

    cinta bisa diajukan bukan sebagai suatu pertanyaan, tetapi sesuatu yang dapat menjadi pelajaran untuk menjadi seseorang yang terbaik bagi yang lainnya, mampu bersikap memberi tanpa menuntut untuk selalu ingin menerima.

    Hingga aku mencintaimu dalam diam Seperti diam ketika dihadapkan pada kenyataan yang sangat rumit untuk diuraikan dipermukaan keinginan.

  • bunda okky // September 6, 2008 pada 7:40 AM

    ahhh…Cha..bunda jadi ingat tulisan bunda…
    meskipun tidak sama, tapi ada benang merah yang tersambung….
    makanya bunda beri penggalan tulisannya…

    Suka sekali membaca puisi usang…
    Seperti tengah menengok masa silam….

    bunda sayang Icha…

  • catatanqs // September 6, 2008 pada 8:28 AM

    mencintai dlm diam.ketika dihadapkan pd kenyataan..

    Ahhkk.. cinta itu rumit ya bun.. tak terdefenisikan… sulit dimengerti…

  • bunda okky // September 7, 2008 pada 2:57 AM

    cha, cinta memang sulit untuk didefinisikan…

    sudah beribu puisi cinta..sudah berlembar kata-kata cinta yang terungkap, selalu saja tidak pernah usai….

    cinta sejatinya dihadirkan hanya untuk dirasakan.

  • catatanqs // September 7, 2008 pada 5:39 AM

    setuju banged bunda… jutaan tahun dengan puluhan juta puisi didunia.. tak ada yg mampu memberi penjelasan.. hanya rasa yg mampu meneterjemahkan… dgn bahasanya sendiri….

  • agungfirmansyah // September 8, 2008 pada 2:27 PM

    Kan ada internet… (kaya iklan :grin: ).

    SMS, telp atuh Neng….

    Puisinya bagus bgt. Yang buat laki2 ya (memastikan)? Puitis banget yang buat, apalagi kalau dia laki2. Salut deh…

  • catatanqs // September 9, 2008 pada 1:15 AM

    hhmm gmn mau d sms ato di tlp kang agung..

    Klo sekarang tubuhnya sudah membeku..di tlp kmn?

  • agungfirmansyah // September 18, 2008 pada 9:15 AM

    Hmm….
    Gitu…, kalo gitu, didoakan saja. Sinyal doa ga putus-putus. Lebih kuat dari simpati, lebih luas dari IM3, dan lebih murah dari Esia :grin: .

    Btw, jangan panggil saya “Kang” ya? Agak aneh di telinga saya :smile: .

    ~soalnya ga semua orang jawa manggil “Kakang”

  • Oesank // September 26, 2008 pada 10:52 PM

    waaddddduuuh agak nyentuh nih sama judul nyah :D

    hiks :( (

Tinggalkan sebuah Komentar